Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Maret 2014

SOPAN SANTUN


Sopan santun ialah suatu tingkah laku yang amat populis dan nilai yang natural. Sopan santun sebagai sebuah konsep nilai tetapi bukan dipahami. Sopan santun sebuah ideologi yang memerlukan konseptualisasi. Itulah pengertian umum dari sopan santun. Menurut saya pribadi sopan santun itu adalah sikap seseorang terhadap apa yang ia lihat, ia rasakan, dan dalam situasi, kondisi apapun. Sikap santun yaitu baik, hormat, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan. Sikap sopan santun yang benar ialah lebih menonjolkan pribadi yang baik dan menghormati siapa saja. Dari tutur bicara pun orang bisa melihat kesopanan kita. Baik/buruk, misalnya lagi dalam situasi yang ramai dimana kita akan melewati jalan itu, jika kita sopan pasti kita akan mengucapkan kata permisi pak, bu…..dalam berteman pun seperti itu lebih menghargai pendapat teman walaupun pendapat itu berbeda, sebenarnya pengertian sopan santun ini sudah umum. Dan mungkin semua orang sudah mengerti apa itu sopan santun, karna sifat ini telah ditanamkan sejak kecil pada diri individu tersebut. Dan bagaimana kita mengembangkannya saja. Dalam kehidupan kita dan disekitar kita.

 Terkadang sopan santun itu hilang pada diri kita, ketika kita sedang berhadapan dengan orang lain yang menyebalkan, contoh kecilnya saja, ketika kita berbelanja di suatu mall, kita bertanya pada si pelayan dengan baik-baik, tapi si pelayan ini malah menjawabnya dengan ketus, apalagi kalau kita menawar-nawat, dan hanya lihat-lihat tapi akhirnya tidak jadi membeli pasti si pelayan itu akan memasang muka ketus dan perkataan tidak enak, padahal pembeli itu kan raja.
 Sopan santun dapat dipengaruhi oleh apapun dan hal apa saja. Misalnya sopan santun yang buruk disebabkan oleh lingkungan yang tidak ada tata tertibnya, individu yang tak pernah mengenal pentingnya kepribadian, kurangnya pengenal sopan santun yang diajarkan oleh orang tua sejak dini, pembawaan diri individu itu sendiri. Kemudian sopan santun yang baik dapat dipengaruhi oleh latar belakang individu itu sendiri. Pendidikan yang cukup, pembawaan diri yang baik terhadap situasi apapun, tutur kata yang dijaga, terkadang faktor gen juga dapat mempengaruhi individu tersebut. Bagaimana nantinya setiap orang memiliki sikap sopan santun tetapi hanya kadarnya saja yang berbeda dan bagaimana kita mengembangkan sikap itu ?!

 sopan santun bisa dilakukan dimana saja dan kapan pun itu. Seperti didalam kelas dalam situasi dosen sedang menjelaskan materi lalu kita harus memperhatikan seseorang yang ada didepan kita. Dengan menunjukan sikap yang memperhatikan, mendengarkan dengan baik, dan bila bertanya pun harus dengan yang baik, kekurangan individu seseorang secara fisik, akan tertutup rapi dan tidak terlihat jika di bungkus dengan sikap dan inerbeuty yang ada. Mungkin sifatnya yang begitu berhati emas yang mampu menutupi kekurangannya. Lalu dalam perjamuan makan di meja makan semua nasi harus bersih dari apapun. Tidak boleh bunyi, dan harus menggunakan sendok dan garpu, setelah selesai makan sendok dan garpu diletakan secara silang dengan posisi sendok diatas dan garpu dibawah. Masih banyak lagi dengan pengertian sopan santun yang lebih spesifik dan mudah dimengerti, ini hanya bagian penglihatan saja secara kasat mata..

Pentingnya Sopan Santun:

1. Sopan Santun terhadap Diri Sendiri

Sopan santun diidentikkan untuk menghormati orang lain. Seharusnya, terlebih dahulu kita harus menghormati bahkan menghargai diri sendiri. Siapakah yang pertama kali mengormati diri sendiri? Diri kita. Mengapa? Bila kita tidak bisa menghormati dan menghargai diri sendiri, bagaimana cara orang bisa menghormati kita, berlaku sopan terhadap kita. Misalkan, tidak berpakaian secara tepat, dimana orang lain memakai kemeja dalam acara peresmian, sedangkan kita memakai kaos oblong, pandangan tersebut bukanlah hal yang enak untuk dilihat bukan? Kita saja tidak bisa sopan dalam berpakaian, bagaimana orang lain bisa menghormati kita.

Mulailah dari diri sendiri, baru disitu kita akan lebih menyadari tentang pentingnya sopan santun terhadap orang banyak.
2. Sopan Santun terhadap Keluarga

Sebelum masuk dalam tahap menghormati orang lain atau pergaulan terlebih dahulu kita menghormati “seseorang” yang lebih dekat dengan kita. Bukan hanya, ayah, ibu, kakak, dan adik tapi juga, sepupu, keponakan, paman- bibi, kakek- nenek, buyut, dst. Dengan pendekatan berbeda masing- masing orang sangat diperlukan oleh mereka untuk menjadi seseorang yang dihormati.
3. Sopan Santun terhadap Pergaulan

Dalam tahap ini, seseorang diharuskan menghormati siapa saja, baik gender, ras, agama, suku, jabatan, dll. “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti walaupun berbeda- beda tetapi tetap satu jua’. Sangat berkaitan dengan sopan santun, meskipun ras, agama, etnis, jabatan harus tetap saling menghormati. Tanpa melihat lebih muda- lebih tua, kaya- miskin, jabatan terendah dengan yang tertinggi, keyakinan yang dianut, dll.
4. Sopan Santun terhadap Lingkungan

Membuang sampah pada tempatnya! Begitulah hal yang seharusnya dilakukan, buakan hanya untuk orang banyak tapi juga untuk diri sendiri. Ini salah satu cara yang paling mudah untuk menghormati lingkungan. Sayangnya, ini adalah hal yang paling sulit dilakukan di tanah air tercinta ini. Tidak perlu jauh- jauh, perhatikan lingkungan rumah yang menjadi tempat tinggal kalian. Apakah benar- benar tak ada sampah sekecil apapun, bungkus permen, samaph rautan pensil, sebetulnya bisa dibilang jorok. Saya yakin tiap orang menyukai kebersihan dan keindahan tapi untuk mewujudkannya yang memerlukan kerja keras yang besar. Kembali lagi pada sopan santun terhadap diri sendiri, dengan menanamkan untuk membuang sampah pada tempatnya, dengan bungkus permen dilipat- lipat sampai menemukan tempat sampah lalu membuangnya.

Bukan hanya sampah, lingkungan sekolah, dengan tidak terlambat masuk, menghormati waktu yang ada, lingkungan wisata, berkunjung ke rumah saudara, ke tempat beribadah dengan tidak berisik, ke bioskop, dan lain- lainnya.
5. Sopan Santun terhadap Orang Lain

Untuk menghormati seseorang tidak perlu harus mengenal orang itu terlebih dahulu. Kita harus menghormati seseorang yang kita kenal maupun tidak. Misalkan, jalan pengguna pejalan kaki digunakan beberapa pengendara motor. Tentunya pengendara motor tidak menghormati pejalan kaki karena hal tersebut mengganggu aktivitas pejalan kaki. Atau menyerobot antrian saat di bioskop, secara langsung akan banyak pihak yang dirugikan terutama para pengantri yang mengantri dengan tertib. Tentunya, mereka tidak akan menghormati si penyerobot tersebut karena mereka juga merasa tidak dihormati oleh penyerobot antrian itu.


Sopan santun sangat penting dalam kehidupan kita. Cara yang paling mudah agar bisa diterima di masyarakat dan lingkungan. Cobalah menghormati diri sendiri dahulu, baru kita akan bisa lebih memahami bagaimana cara menghormati orang lain.

Sabtu, 03 Maret 2012

Prisa Adinda Gitaris Tercantik Di Indonesia

Gadis kelahiran Jakarta, 6 Jan 1988 , ayah berasal dari Padang dan ibu dari Lampung/Palembang), mempunyai nama lengkap Prisa Adinda Arini Rianzi.
Selain memiliki wajah cantik, Prisa juga menguasai permainan gitar di atas rata-rata. Musik bergenre metal yang dihasilkan dari senar gitarnya merupakan hasil inspirasinya dari band-band dunia yang difavoritkan, seperti God Forbid, Trivium, As I Lay Dying, Killswitch Engage, Shadows Fall, Megadeth, Slayer, Unearth, Lamb of God, The Black Dahlia Murder. Ia bukan hanya jago maen gitar tapi juga menulis beberapa lirik lagu.























Sumber : FOTO : Prisa Adinda Gitaris Tercantik Di Indonesia

Selasa, 28 Februari 2012

Learning English through music and songs is Fun

Learning English through music and songs can be very enjoyable. You can mix pleasure with learning when you listen to a song and exploit the song as a means to your English progress. Some underlying reason can be drawn to support the idea why we use songs in language learning.

Firstly, “the song stuck in my head” Phenomenon (the echoing in our minds of the last song we heard after leaving a restaurant, shopping malls, etc) can be both enjoyable and sometimes unnerving. This phenomenon also seems to reinforce the idea that songs work on our short-and-long term memory.

Secondly, songs in general also use simple conversational language, with a lot of repetition, which is just what many learners look for sample text. The fact that they are effective makes them many times more motivating than other text. Although usually simple, some songs can be quite complex syntactically, lexically and poetically, and can be analyzed in the same way as any other literary sample.

Furthermore, song can be appropriated by listener for their own purpose. Most pop songs and probably many other types don’t have precise people, place or time reference.

In addition, songs are relaxing. They provide variety and fun, and encourage harmony within oneself and within one group. Little wonder they are important tools in sustaining culture, religion, patriotism and yeas, even revolution.

Last but not least, there are many learning activities we can do with songs such as studying grammar, practicing selective listening comprehension, translating songs, learning vocabulary, spelling and culture.

From the elaboration above, it can be concluded that learning through music and songs, learning English can be enjoyable and fun.


Bandengan Beach



Pintu Masuk Pantai Bandengan


Sunset Di Pantai Bandengan




Bandengan Beach or Tirta Samudra Beach is the famous beach in jepara. the place is very beautiful and romantic. people around pati, Jepara, Kudus, Demak knows this place.
 
This place is located 7 kilometers north of Jepara city center. The way to get there is very easy. Just follow the traffic sign and you will find it. From the town square, follow the road to Bangsri then turn left when reached kuwasen village. You can take public transportation or by your own vehicle. The white sandy beach which has pure water is good for swimming. The beach is save enough for swimming because the beach is shallow and the wave is not so big. This place is morebeautiful at dusk. We can see the beautiful sunset with our family or friends.

In this location, we can sit and relax on the shelter while enjoy the natural beach breezy wind. It also has large pandan tree field. It is suitable for youngster activities such as camping.
If we want to sail, we can rent the traditional boat owned by local people. We can make voyage around the beach or we can go to pulau panjang (panjang island). Some time we can find banana boat and jet ski for rent. 


In this place we can find many traditional footstalls. We can order traditional foods sold by the trader such as roasted fish, crab, boiled shell. Pindang srani is one of the delicious food enjoyed by the visitors. come to the bandengan beach and you will find a paradise on the tips of Muriapeninsula.




Minggu, 18 Desember 2011

Ki Mantep Sudharsono : Sudah Mantap dalam Islam


Ki Mantep Sudharsono

Nama Ki Manteb agaknya identik dengan penampilannya yang mantap dalam memainkan wayang
kulit. Ia termasuk dalang yang digandrungi dan laris. Jadwal pentasnya padat. Berikut ini kisah
perjalanan spiritulanya dalam mencari kebahagiaan yang hakiki. Terus terang, saya mendapatkan
dorongan untuk masuk Islam dari Gatot Tetuki, anak saya yang kedua dari istri kedua. Dahulu saya
beragama Budha. Sebelumnya saya tidak mau masuk Islam, karena menurut saya agama itu berat.
Saya tidak mau ikut-ikutan. Apakah untuk menjadi seorang muslim itu harus keturunan ? Menurut
saya, menjadi muslim itu harus diusahakan. 

Demikianlah, saya harus banyak menimbang. Barulah ketika usai menghitankan Gatot dan ia minta
diberangkatkan umrah, hati saya mulai tersentuh. Itu saya anggap sebagai panggilan Allah. Saya
seperti diingatkan dan dibangunkan dari tidur panjang. Langsung saja, ajakan Gatot saya terima.
Sesudah itu, saya mempersiapkan diri untuk masuk Islam. 

Pada hari yang telah ditetapkan, saya mengundang Kiai Ali Darokah (Ketua MUI Solo), H. Amir
Ngruki, H. Alwi, dan kaum muslimin di sekitar tempat tinggal saya. Mereka saya minta menjadi saksi
upacara pengislaman saya. 

Kemudian sesuai ajakan Gatot, saya melaksanakan umrah pada September 1995. Alhamdulillah,
pada bulan April/Mei 1996, saya berkesempatan menunaikan ibadah haji. Banyak manfaat yang saya
peroleh dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semua itu, menambahkan kedewasaan berpikir dan
pengendalian diri. 

Kejadian Aneh 

Waktu beribadah haji, saya mengalami suatu kejadian sangat aneh. Sesampai di Mekah dan akan
kembali ke Madinah, sesudah tawaf wada' saya ingin sekali mencium Hajar Aswad. Tetapi, mana
mungkin? Padang Mina sudah menjadi lautan manusia yang tumplek menjadi satu.
Entah dari mana datangnya, tiba-tiba muncul seorang anak kecil berpakaian khas Arap ngawe-awe
(mengajak sambil melambaikan tangan) kearah saya. Setelah saya hampiri, anak kecil itu
mengucapkan, "Ahlan...ahlan..."(selamat datang, selamat datang, red.). 

Seperti ada tarikan kuat, saya berjalan mengikutinya. Anak itu berjalan merunduk karena banyak
orang. Oleh anak kecil itu, saya seperti ditunjukkan jalan. Belok kanan-kiri dan akhirnya pas tiba di
Hajar Aswad. Alhamdulillah, saya dapat mencium Hajar Aswad sepuasnya. Saya menangis disitu.
Saya bersyukur sekali atas pertolongan anak kecil itu. 

Beberapa saat kemudian saya teringat pada anak itu. Saya ingat masih mengantongi uang 50 real.
Saya berniat memeberikan uang tersebut kepada anak kecil tadi. Tetapi begitu saya tengok, anak
kecil tadi sudah tidak ada. Kalau lari tidak mungkin. Sampai kini, siapa dan ke mana perginya anak
kecil tadi masih menjadi misteri. 

Setelah memeluk Islam dan beribadah haji, hubungan dengan siapa pun tetap baik. Demikian pula
dengan para pengrawit (penabuh gamelan, red) rombongan wayang kulit. Sebagian besar pengrawit
sudah beragama Islam. Tinggal 3 orang yang belum Islam. Dalah hal ini, saya mempersilahkan saja
sesuai dengna keyakinan mereka. Sebab, dalam memeluk Islam tidak boleh ada paksaan. 

Merasa Tenteram 

Sebelum memeluk Islam, jika tidak mendalang seminggu saja, saya selalu merasa waswas. "Aku nek
ra payu, piye?" Saya kalau sudah tidak laku lagi, bagaimana? Begitu perasaan saya ketika itu.
Alhamdulillah, sekarang perasaan itu sudah tidak ada lagi. Saya berusaha taat shalat. Hasilnya, saya
menjadi lebih dapat mengendalikan diri. Saya menjadi selalu berpikir positif ke pada Allah. Kalau
memang sudah tidak ada rezeki lagi buat saya, tentu Allah sudah memanggil saya. Mengapa harus
bingung? Intinya, pikiran sudah sumeleh. Alhamdulillah, keluarga saya sudah Islam semua.
Setelah masuk Islam, saya merasakan hasilnya. Keluarga semakin harmonis dan tenteram. Tidak
suka bertengkar. Tidak ada suasana saling mencurigai. Itu yang saya rasakan dalam memeluk
agama yang baru saya anut itu. 

Beberapa kali saya diminta mengisi pengajian oleh masyarakat. Semampunya saya penuhi. Bukan
bermaksud menggurui, tetapi itu kewajiban seorang muslim. Dalam pengajian, saya hanya
menceritakan sejarah hidup saya yang dulu tidak karu-karuan, mbejujak.
Alhamdulillah, ada beberapa orang yang akhirnya mengikuti jejak saya, yaitu masuk Islam. Ketika
berlangsung pengajian, ada jamaan yang bertanya, apa kalau ceramah saya mendapatkan uang
saku? Dengan jujur saya jawab tidak. Sebab, kalau mau cari-cari uang, itu sudah saya dapatkan dari
mendalang. 

Setelah menjadi muslim, saya harus lebih banyak belajar dalam mendalami Islam. Dalam hal ini,
dirumah saya di Karang anyar, setiap bulan sekali saya selalu mendatangkan mubalig, seperti Kiai Ali
Darokah, H.Amir, H. Alwi dan yang lainnya, untuk memberikan pengajian kepada masyarakat.
Setelah itu, saya teruskan dengan pentas wayang yang selalu saya sisipi dengan pesan-pesan
dakwah. Saya memang terobsesi oleh metode dakwah Wali Songo yang menjadikan wayang kulit
sebagai media dakwah. 


Kamis, 15 Desember 2011

Johnny Got His Gun.pdf

Young, American soldier Joe Bonham was hit by an artillery shell on the last day of World War I and is a quadruple amputee who also lost the use of his eyes, ears, mouth, and nose. He now exists in a hospital bed, drifting in and out of memories of his former life. He wants the army to either kill him or put him on display to show the world the horrors of war, but finally realizes that they will do neither, and that he will have to continue to exist in his current state.


Click Here To Download.

Rabu, 14 Desember 2011

T A P O L



apakah itu tapol, ?
tanya si anak pada bapaknya
yang baru pulang dari penjara

tapol artinya tahanan politik
apakah bapak orang politik?
bukan, bapak petani yang tak tahu politik
apakah bapak anggota partai politik?
bukan, bapak tidak pernah berkenalan
dengan partai politik

tetapi kenapa ditahan sebagai tapol
sejak saya dalam perut
hingga kini
saya dewasa?

ya, karena tidak tahu politik itu
bapak ditangkap dan disebut tapol

Selasa, 13 Desember 2011

Global Warming

Global warming is one of the most serious challenges facing us today. To protect the health and economic well-being of current and future generations, we must reduce our emissions of heat-trapping gases by using the technology, know-how, and practical solutions already at our disposal.

Tropical deforestation is the largest source of emissions for many developing countries, but slowing deforestation can't solve the climate problem by itself. As forest-rich developing countries step up to take responsibility for reducing their emissions, all industrialized nations should not only support their efforts but, most importantly, reduce their own emissions and lead efforts to avert dangerous climate change.

For years we have heard so much about the causes of climate change, that we’ve missed the fact that there are simple, practical solutions that can slow this growing problem. Technologies exist today that can cut emissions of heat-trapping gases and make a real difference in the health of our planet. And these solutions will be good for our economy, reduce our dependence on foreign oil, and enhance our energy security.

Global warming doesn’t just mean balmy February days in northern climes. It also means increasingly hot days in the summer, and a host of negative impacts that are already under way and are expected to intensify in the
coming decades.

-More heat waves will likely increase the risk of heat-related illnesses and deaths.

-Cities and towns along the nation's major rivers will experience more severe and frequent flooding.

-Some areas will likely experience more extensive and prolonged droughts.

-Some of our favorite coastal and low-lying vacation areas, such as parts of the Florida Keys and Cape Cod, will be much less appealing as sea levels rise, dunes erode, and the areas become more vulnerable to coastal storms.

-Many families and businesses, who have made their living from fishing, farming, and tourism could lose their livelihoods, and others who love hunting, boating, skiing, birdwatching, and just relaxing near lakes, streams, and wetlands will see some of their favorite places irretrievably changed.

The solutions to climate change are here and it's time we put them to use. If we get started today we can tackle this problem and decrease the unpleasant outcomes that await us if we do nothing. The steps we need to take are common sense. And, more often than not, they will save consumers money. The cost of inaction, however, is unacceptably high.

The scientific consensus is in. Our planet is warming, and we are helping make it happen by adding more heat-trapping gases, primarily carbon dioxide (CO2), to the atmosphere. The burning of fossil fuel (oil, coal, and natural gas) alone accounts for about 75 percent of annual CO2 emissions from human activities. Deforestation—the cutting and burning of forests that trap and store carbon—accounts for about another 20 percent.

Procrastination is not an option. Scientists agree that if we wait 10, 20, or 50 years, the problem will be much more difficult to address and the consequences for us will be that much more serious.

We're treating our atmosphere like we once did our rivers. We used to dump waste thoughtlessly into our waterways, believing that they were infinite in their capacity to hold rubbish. But when entire fisheries were poisoned and rivers began to catch fire, we realized what a horrible mistake that was.

Our atmosphere has limits too. CO2 remains in the atmosphere for about 100 years. The longer we keep polluting, the longer it will take to recover and the more irreversible damage will be done.

Fuel-efficient vehicles. Renewable energy. Protecting threatened forests. These common sense solutions won't only reduce global warming, many will save us money and create new business opportunities.

Best of all, these solutions exist now. We just need to insist that business and government take the necessary steps to make them available and affordable. Then we have to let consumers know what to do and provide incentives to help all of us make better choices.

The following five sensible steps are available today and can have an enormous impact on the problem CO2 remains in the atmosphere for about 100 years.

You Are My Forever Love

Your friendship and love,
And all the wonderfull things
That they bring into my life.
Are like nothing else
I have ever know

My heart is complete
With the love we share,
And our love grows more
Beautiful each day.

I love you,
And as long as we are together,
I have everything I need.

You are with me always…
In a smile, a memory, a feeling
Or a moment we share.

You will always be
My forever love

Kamis, 08 Desember 2011

PERANG SALIB

Dalam lintasan sejarah, selain perang Salib (the crusade), mungkin belum ada tragedi yang begitu dahsyat dampak jangka panjangnya bagi peradaban dunia. Perang ini telah melibatkan seluruh kekuatan Barat-dalam hal ini Kristen-melawan Imperium dinasti Abbasiyah-dalam kaitannya dengan Islam. Perang ini terjadi dari tahun 1099 sampai 1291 M sehingga merupakan perang terbesar dan terlama sepanjang masa. Dampaknya pun sangat luar biasa hingga kini. Peristiwa runtuhnya gedung WTC (11/8) adalah bukti jejak-jejak dampak dari perang salib tersebut. Padahal perang tersebut lebih banyak mengarah pada unsur politisnya daripada unsur keyakinan. Agama akhirnya dijadikan alat pembenaran demi melegalisasi perang tersebut.

Kamis, 17 November 2011

FENOMENA KOPI



Tiada hari tanpa minum kopi.................................
Kayaknya, tidak akan lengkap memulai hari ini tanpa nyeruput apa yang namanya kopi. Kopi bukan lagi sebagai minuman penghilang rasa kantuk, namun sudah menjelma menjadi sebuah gaya hidup. Dimana-mana mulai menjamur kedai-kedai kopi  ternama. Selain itu, produksi kopi mulai dijual dengan sachet yang sangat praktis. Tinggal dituang  oleh air panas, maka jadilah minuman yang  suedep untuk memulai hari.

Terlepas dari kandungan kafein yang  bercokol di dalam secangkir  kopi yang masih diperdebatkan, konsumsi masyarakat dunia  terhadap jenis minuman yang tidak hanya hitam itu semakin  meningkat. Total 6,7 juta ton kopi diproduksi dalam kurun waktu  1998-2000 saja. Diperkirakan pada  tahun 2012, produksi kopi dunia akan mencapai 8 juta ton per tahun.

Biar tambah seru, berikut adalah sejumlah fakta unik yang patut kita ketahui:

1.       Kopi yang tiap hari kita minum ternyata memiliki sejarah  panjang. Sejarah kopi diawali dari cerita  seorang  penggembala kambing Abessynia (sekarang namanya  Ethiopia) yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, kira-kira sekitar abad ke-9 masehi. Dari sana lalu menyebar ke daratan Mesir dan Yaman, dan kemudian  pada abad 15 menjangkau lebih luas lagi ke Persia , Mesir, Turki dan Afrika utara. Namun ada yang mengatakan sejarah  kopi ini berawal dari Abessynia juga, tapi lain cerita, di mana Ali al-Shadili yang gemar meminum sari biji kopi untuk  membuatnya tetap terjaga demi  menjalankan shalat malam. Dari sinilah akhirnya khasiat kopi menyebar sebagai minuman penghilang kantuk. 

2.       Mungkin kopi yang paling unik dan paling enak rasanya adalah kopi  luwak. Konon kabarnya kopi yang asli dari Indonesia ini diperoleh dengan cara unik: biji kopinya diambil dari kotoran luwak (binatang sejenis kucing liar). Padahal kopi ini dihasilkan dari tanaman kopi biasa, hanya buah kopi yang sudah matang  di pohonnya itu dimakan luwak. Yang menyebabkannya  istimewa adalah insting luwak  yang hanya memilih buah kopi  terbaik untuk dimakan. Selain itu karena produksinya sangat  sedikit dan rasanya selangit, maka harganya pun naudzubilah
mahal nian. Bayangkan, harganya US$ 300 sampai US$ 600 per kilogram! Namun, tahukah Anda, ternyata kopi luwak itu keberadaannya saat ini sudah tidak eksis lagi. Ada banyak faktor, mulai dari berkurangnya lahan tanaman kopi hingga semakin berkurangnya satwa luwak di alam liar. Untuk itu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) berupaya meningkatkan produksi kopi luwak  dengan menangkarkan kembali luwak yang akan disebar di Kebun Percobaan Andungsari, Kabupaten Bondowoso, Jawa timur.

3.        Kopi ternyata tidak begitu saja menjadi salah satu minuman
favorit dunia yang digemari. Awalnya di Italia, pendeta-pendeta
melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa
minuman kopi tersebut dimasukkan sultan-sultan muslim untuk
menggantikan anggur. Bukan hanya melarang tetapi juga
menghukum orang-orang yang minum kopi. Tidak hanya di
Italia, di tahun 1656, Wazir dan Kofri, Kerajaan Usmaniyah,
mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi.
Bukan hanya melarang kopi,  tetapi menghukum orang-orang
yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran
pertama. Di Swedia, konon Raja Gustaff II pernah menjatuhkan
hukuman terhadap dua orang  saudara kembar. Yang satu
hanya diizinkan meminum kopi dan yang satu lagi diizinkan
hanya nyeruput teh. Siapa yang  terlebih dahulu mati, maka
dialah yang bersalah dalam satu tindak pidana yang dituduhkan
terhadap mereka. Ternyata yang mati duluan adalah peminum
teh pada usia 83 tahun. Gara-gara itulah, masyarakat Swedia
menjadi sangat tergila-gila dengan kopi, bahkan paling fanatik
di dunia. Sehingga sampai sekarang negara-negara
Skandinavia kini peminum kopi tertinggi per kapita di dunia.
         Setiap orang bisa menghabiskan 12 kg lebih per tahun. 

4.      Dulu awalnya,  Indonesia merupakan  pengekspor kopi
terbesar dan terbaik di dunia. Dan tahukah Anda, hal itu
terjadi sebelum tahun 1880-an, dimana pada tahun tersebut
terjadi wabah hama karat daun yang memusnahkan kopi
arabika yang ditanam di bawah ketinggian 1 km di atas
permukaan laut, dari Sri Lanka  hingga Timor. Brasil dan
Kolombia akhirnya mengambil alih peran sebagai eksportir kopi
arabika terbesar, sampai kini. Dan pada masa jaya itu, industri
kopi di Jawa pernah berpameran di AS untuk memperkenalkan
kopi, sehingga publik AS mulai mengenal kopi dan menjuluki
minuman itu dengan nama Java.

Sumber : http://radikalizm666.blogspot.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...